Budi Legowo

Metode Survei Geofisika (2)

September 2nd, 2010 by budi legowo


Ringkasan Metode Pasif dan Aktif

Menjebatani pembagian teknik survei geofisika pasif dan aktif yang akan dibicarak adalah metode listrik dan electromagnet.  Secara keseluruhan kedua metode ini memiliki variasi metode survei terbanyak  dati semua metode survei geofisika, beberapa dilakukan secara pasif dengan menangkap respon dari medan sumber alamiah, sebagian lagi menggunakan sumber medan aktif.

Sebagaian besar telah digunakan dalam kurun waktu yang lama dalam melakukan ekplorasi interior bumi.  Sebagai contoh, metode SP digunakan tahun 1830-an di Cornwall, Inggris oleh Robert Fox untuk menemukan deposit tembaga.  Arus listrik alamiah dalam bumi, disebut arus telurric , pertama kali diidentifikasi oleh Peter Barlow pada tahun 1847.  Metode EM dikembangkan pada tahun 1920 untuk ekplorasi deposit-deposit logam dasar.

Selain sejumlah besar mereka, grup ini teknik geofisika merupakan beberapa cara tertua mengeksplorasi interior bumi. Misalnya metode SP yang diuraikan di bawah tanggal kembali ke tahun 1830-an ketika digunakan di Cornwall, Inggris oleh Robert Fox untuk menemukan ekstensi dari deposito tembaga dikenal. Alam arus listrik di Bumi, disebut sebagai arus dr bumi pertama kali diidentifikasi oleh Peter Barlow (digambarkan) pada tahun 1847. Metode EM dikembangkan pada tahun 1920 untuk deposito eksplorasi dasar-logam.

Dasar metode ‘listrik’ adalah melakukan pengukuran dari efek penjalaran arus listrik dalam bumi. Fenomena yang dapat diukur meliputi, arus, tegangan dan medan elektromagnetik. Dibawah ini disampaikan ringkasan beberapa metode lisrik.

Rersistivitas DC, ini merupakan metode pengukuran aktif menggunakan potensial listrik yang merupakan respon penjalaran arus DC dibwah permukaan  bumi.  Faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran potensial digunakan sebagai dasar interpreasi , termasuk dalam menentukan keberadaan dan kualitas lapisan pori dan tanah liat. Diskusi selanjutnya berfokus pada metode ini

Polarisasi Terimbas (Induced Polarization -IP) , ini adalah metode aktif yang umum dilakukan dalam kaitannya dengan tahanan DC.  Metode ini mengukur variasi transient jangka pendek sebagai respon potensial dari arus yang awalnya diinjeksikan  lalu dihilangkan dari dalam tanah. Telah diamati bahwa bila arus listrik diterapkan pada tanah, tanah berperilaku seperti sebuah kapasitor. Yang diamati adalah polarisasi hasil induksi arus. IP umumnya digunakan untuk mendeteksi konsentrasi dari tanah liat, dan listrik konduktif butiran mineral logam.

Self Potensial (SP) - ini adalah metode pasif yang dengan melakukan pengukuran potensi listrik yang terjadi secara alami umumnya terkait dengan konduktor listrik dangkal, seperti lapisan bijih sulfida. Potensi listrik yang terukur juga diamati dalam kaitannya dengan aliran air tanah dan beberapa proses biologis tertentu. Peralatan yang dibutuhkan survei SP adalah voltmeter impedansi  tinggi dan beberapa teknik untuk memerbaiki kontak listrik dalam tanah tanah.

Elektromagnetik (EM), merupakan  metode aktif dengan melakukan pengukuran medan magnet yang berubah terhadap waktu yang dihasilkan oleh aliran arus induksi dalam bumi. Variasi arus litrik induksi dalam bumi menyebabkan perubahan medan magnet dipermukaan bumi. Reciver di rancang untuk membandingkan medan magnet yang dihasilkan secara alimiah dan di bangkitkan secara aktif. EM digunakan untuk mengidentifikasi deposit konduktif-logam dasar, mencari pipa dan kabel yang terpendam, untuk mendeteksi bahan peladak yang terkubur dan tidak meledak, serta untuk pemetaan geofisika dekat-permukaan.

Magnetotelluric (MT) - ini adalah metode pasif yang mengukur arus listrik alami dalam bumi, yang dihasilkan oleh induksi magnetik dari arus listrik di ionosfer. Metode ini dapat digunakan untuk menentukan sifat listrik bahan pada kedalaman yang relatif besar (termasuk mantel) di dalam bumi. Dengan teknik ini, variasi waktu pada potensi listrik diukur pada stasiun pangkalan dan stasiun survei. Perbedaan pada sinyal tercatat digunakan untuk memperkirakan distribusi resistivitas listrik bawah permukaan.


Posted in Mulang, Penelitian | No Comments »

Metode Survei Geofisika (1)

September 2nd, 2010 by budi legowo


Survei Geofisika  (Aktif dan Pasif)
Berdasarkan sumber medan yang digunakan, secara garis besar, survey geofisika dibedakan dalam pengukuran pasif dan pengukuran. Pengukuran pasif dilakukan dengan memenfaatkan sumber medan yang merupakan propertis bumi yang ada secara alamiah. Sedangkan pengukuran aktif dilakukan dengan membuat sumber  usikan untuk mendaptkan tanggap (respon) bumi  sebagai gambaran propertis yang ingin diketahui.

Survei geofisika pasif adalah survey yang dilakukan dengan memanfaatkan “medan”alamiah sebagai bagian propertis  bumi.  Sebagai contoh survey gravitasi dan survey magnetik. Dalam dua contao tersebut, medan alamiah yang digunakan sebagai sumber pasif adalah medan grafitasi dan medan magnet.  Dilakukan pengukuran variasi spasila dari medan sumber pasif untuk menyimpulkan struktur bawah permukaan.  Contoh propertis bumi yang lain yang dapat menjadi sumber pasif adalah produk peluruhan bahan radioaktif, medan listrik “tertentu” dan medan elektromagnetik  “tertentu”.

Survei geofisika aktif, yang dilakukan adalah menginjeksikan “sinyal” kedalam bumi dan mengukur responnya.  Sinyal yang digunkan bisa berupa arus listrik, sumber radioaktif, gelobang elastic, gelombang elektromagnetik. Respon bumi terhadap sinyal yang di injeksikan berkorelasi dengan propertis yang di lalui. Biasanya survey geofisika aktif menggunakan nama sesuai dengan sinyal yang di injeksikan ke dalam bumi.

Survei geofisika, baik pasif maupun aktif sama-sama memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Keuntungan dan kerugian Metode Pengukuran Geofisika Pasif dan Aktif

Berikut ini adalah table daftar beberapa kelebihan dan kekurangan masing-msaing jenis survey pasif dan aktif.

Aktif

Pasif

Keuntungan

Kerugian

Keuntungan

Kerugian

Sumber noise (derau) lebih terkontrol Karena sumber dan respon harus disediakan oleh pengguna, maka alat yang digunakan jadi lebih komplek Hanya membutuhkan peralatan sensor dan pencatat data dari sumber medan alami Sumber noise sulit dikendalikan
Pengendaian sumber dan sinyalanomali dapat dilakukan dengan lebih baik, karena bidang propagasi umumnya diukur.Simak

Baca secara fonetik

Operasional lapangan dan kebutuhan logistic lebih komplek serta membutuhkan waktu yang lebih lama Operasional lapangan lebih efektif karena medan sumber tersedia, wilayah cakupan survey lebih luas untuk waktu pengukuran yang sama Integrasi sumber anomali  geologi meliputi cakupan yang luas, sehingga identifikasi anomaly lebih sulit dilakukan
Banyak sumber dan tipe penerima respon, sehingga dapat mencakup banyak desain survei. Memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam menyelesaikan permasalahan di lapangan Kemungkinan cakupan desain survei yang beragam menyebabkan biaya oparasional dan resiko kesalahan atau kegagalan  jauh lebih tinggi Penggunaan satu atau dua metode yang sudah mapan sehingga pengukuran dapat dilakukan dalam waktu singkat dengan hasil yang baik Penggunaan satu atau dua metode yang sudah mapan bisa terasa mengganggu bila diperlukan beberapa penyesuaian berkait sumber anomali yang harus diukur
Pengukuran aktif mampu memberikan sejumlah data yang dapat menampilkan rincian secara detail struktur bawah permukaan Banyaknya data yang diperoleh seringkali menyulitkan penyimpanan dan interpretasi Seting interpretasi dapat dilakukan dengan seting komputasi sederhana dan cepat untuk data yang terbatas Data yang terbatas seringkali tidak memungkinkan untuk interpretasi secara rinci

Posted in Mulang, Penelitian, Uncategorized | No Comments »

Riset 3

August 31st, 2010 by budi legowo


IDENTIFIKASI PENCEMARAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK DI WILAYAH NGRINGO JATEN KARANGANYAR

ABSTRAK

Telah dilakukan survei geolistrik resistivitas sounding dengan konfigurasi Schlumberger sebanyak 4 titik sounding di Desa Ngringo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar. Pengukuran resistivitas menggunakan Resistivitimeter OYO model 2119C. Pengolahan data dilakukan dengan IPI2Win Ver. 2.6.3a, dengan hasil pengolahan berupa kedalaman, ketebalan dan jumlah perlapisan serta harga resistivitasnya. Hasil pengolahan ditentukan berdasarkan rekomendasi model dengan persentase error terkecil yang mengacu pada informasi pemetaan isokonduktiviti, geologi, dan data sumur penduduk. Hasil penelitian yaitu persebaran pencemaran airtanah di Desa Ngringo tidak merata. Pencemaran diidentifikasi pada kedalaman 13,6 - 23,6 meter dengan arah aliran dari Utara ke Selatan dengan daerah persebaran di Selatan dan pada kedalaman 7,5 – 60 meter dengan arah aliran dari Barat ke Timur dengan daerah persebaran di Timur. Pencemaran airtanah tidak terjadi pada daerah persebaran sebelah Utara dengan akifer teridentifikasi pada kedalaman 157 meter. Persebaran pencemaran airtanah secara keseluruhan di Desa Ngringo Kecamatan Jaten tidak merata, pencemaran terjadi akibat rembesan pencemaran dari sungai pada daerah dengan radius kurang dari 1 km dari sungai.
Kata kunci : resistivitas, isokonduktiviti, pencemaran airtanah, arah persebaran

Lean Wijaya, Budi Legowo, Ari Handono Ramelan

prosiding


Posted in Penelitian | No Comments »

Riset2

August 18th, 2010 by budi legowo


PEMETAAN PHYSICAL PROPERTIES UNTUK ANALISIS KENYAMANAN RUANG SD INPRES

Budi Legowo, Artono Dwijo Sutomo

http://nabire.wordpress.com/2008/07/27/sd-negeri-inpres-kalibobo/

http://nabire.wordpress.com/2008/07/27/sd-negeri-inpres-kalibobo/

Abstrak

Telah dilakukan penentuan kenyamanan ruangan kelas Sekolah Dasar Inpres berdasarkan pengukuran physical properties: distribusi kebisingan, distribusi pencahayaan dan distribusi suhu. Pengolahan data menggunakan software Matlab 6.1 dan perhitungan waktu dengung menggunakan software Sabin 3.0. Pengukuran kenyamanan ruang dilakukan pada jam pertama pukul 07.00 - 09.00, jam kedua pada pukul 09.15 - 11.00 dan jam ketiga pada pukul 11.15 - 13.00. Hasil pengukuran distribusi kebisingan menunjukkan bahwa tingkat tekanan suara merata disetiap jam pelajaran. Hasil pengukuran distribusi pencahayaan  menunjukkan bahwa pencahayaan semakin meningkat pada jam ketiga. Hasil pengukuran distribusi suhu menunjukkan bahwa suhu semakin meningkat pada jam ketiga. Waktu dengung ruang kelas antara 3,14 sampai 3,39 detik..


Laboratorium Gefisika dan Akustik Jurusan Fisika

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret


Posted in Penelitian | No Comments »

Riset 1

August 11th, 2010 by budi legowo


identifikasi STRUKTUR, VISKOSITAS INTRINSIK, dan MASSA molekul viskositas KOMPOSIT BUSA SEL TERBUKA POLYURETHANE MDI/PEG - EXPANCEL MICROSPHERE

http://www.mutr.co.uk

http://www.mutr.co.uk

Budi Legowo, Harjana, M. Masykuri, dan Iwan Yahya, Ika Maryani,
Chitra Ayu Respati Putri, Tri Cahyono, dan Linda Ikka Zain

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian dan pengembangan komposit busa sel terbuka polyurethane MDI/PEG (methylene diphenylisocyanate/polyethylene glycol) dengan aditif expancel microsphere sebagai physical blowing agent. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan struktur kimia, viskositas intrinsik, dan massa molekul viskositas sebagai salah satu parameter penting untuk meramalkan karakter fisik komposit busa sel terbuka polyurethane MDI/PEG - expancel microsphere. Sintesis dilakukan menggunakan metode satu tahap (one step method). Identifikasi struktur kimia dilakukan menggunakan spektrometri FTIR, sedangkan viskositas intrinsik dan massa molekul viskositas diukur menggunakan viskometer Ostwald dengan pelarut tetrahydrofuran (THF) pada suhu kamar. Hasil penelitian menunjukkan reaksi antara 4,4-methylene diphenylisocyanate (MDI) dengan polyethylene glycol 400 (PEG-400) telah berhasil menghasilkan produk polyurethane yang dibuktikan terbentuknya pita serapan pada daerah 3300 cm-1 (regang N-H uretan), 1740 cm-1 (regang C=O uretan bebas), dan 1020 cm-1 (regang C-O-C) akibat adanya gugus uretan. Dilihat dari hubungan viskositas intrinsik dan massa molekul rata-rata viskositas dengan nisbah segmen keras/segmen lunak (HS/SS)  polyurethane, pada nisbah HS/SS 1,0 sampai 1,3, semakin besar nisbah HS/SS mampu meningkatkan viskositas intrinsik dan massa molekul polyurethane. Hal ini disebabkan penambahan HS dalam reaksi menyebabkan rantai polimer bertambah panjang. Penambahan MDI lebih lanjut menyebabkan MDI tersebut sukar bercampur dan bereaksi dengan rantai polyurethane yang sudah ada. Dengan demikian panjang rantai relatif tidak berubah dan viskositas intrinsiknya pun relatif tetap. Massa molekul viskositas komposit busa sel terbuka polyurethane MDI/PEG (methylene diphenylisocyanate/polyethylene glycol) dengan aditif expancel microsphere berdasarkan persamaan Mark-Houwink-Sakurada berkisar antara 2,7. 105 - 4,5. 105.

Kata kunci: struktur kimia, viskositas intrinsik, massa molekul viskositas, busa polyurethane MDI/PEG, expancel microsphere.

Jurusan Fisika FMIPA dan Program Studi Kimia PMIPA FKIP Universitas Sebelas Maret


Posted in Penelitian | No Comments »

Pengembangan e-Learning UNS

August 11th, 2010 by budi legowo


e-Learning UNS dikembangkan dengan pola blended learning, Silabus mata kuliah merupakan pijakan utama pengembangan kuliah elektronik. Selanjutnya dapat dilakukan upaya pendampingan pengembangan untuk melakukan identifikasi materi yang dapat disusun secara elektronik dalam elearning UNS. Penyususan blended learning digambarkan dalam flowchart berikut:

flowchart

flowchart

Gambar: Flowchart pengembangan blended learning


Posted in Mulang | No Comments »

Perkembangan e-Learning UNS

August 11th, 2010 by budi legowo


Pengembangan pembelajaran berbasis web oleh LPP dimulai sejak 2001 dengan hibah P3AI. Penggunaan laman web statis saat itu sangat membatasi interaksi dosen mahasiswa dalam kelas online. Mulai tahun 2001 LPP mencoba mengembangkan CMS (Course Managemant System) antara lain Claroline dan Moodle.  Dengan mempertimbangkan stabilitas CMS akhirnya dipilih Moodle sbagai basis pelaksanaan elearning di UNS

Tahun 2004 bekerja sama dengan SEAMOLEC, LPP melakukan workshop penguatan staff pengelola elearning dalam dua sesi pelatihan:1. Workshop Instructional design for elarning dan 2.Workshop e-Portofolio berbasis web yang diikuti oleh staff LPP dan perewakilan Fakultas.

Kerjasama ini dilanjutkan dengan penelitian bersama LPP dengan SEAMOLEC tentang pemanfaatan elearning di UNS. Salah satu hasil penelitian ini berhasil menarik kesimpulan bawaha pemanfaatan elearning di UNS masih bersifat blanded learning, dalam arti elearning dijadikan salah satu sumber belajar dan alat evaluasi pembelajaran atau tidak digunakan secara mandiri dalam perkuliahan

Dalam upaya peningkatan kualitas elearning UNS, LPP telah mengirimkan staff untuk mengikuti workshop/pelatihan pengembangan kuliah online diantaranya: 1. Program JICA tahun 2007 sebanyak satu orang staff, serta 2. Pengelolaan Blended Learning ComLabs ITB tahun 2008 dan 2009 sebanyak 4 orang staff.

Selama dua bulan (Juli-Agustus) 2010 sebanyak 5 orang staff pengembang elearning UNS tengah mengikuti program pengembangan pembelajaran online dalam pogram PTK-Online oleh DBE-USAID. Tiga orang mengikuti program penilai/pendamping kuliah online dan dua orang mengikuti program pengembang kuliah online

Disampaikan sebagai laporan RKPU Agustus 2010


Posted in rAsan-rAsan | No Comments »

Best Practices LPP dalam Teaching Excellence

August 11th, 2010 by budi legowo


Pendahuluan

LPP merupakan salah satu lembaga di UNS yang berdiri pada tanggal 16 Nopember 2002 berdasar SK Rektor  No. 759/J27/KP/2002 yang memiliki fungsi  mengkoordinasikan berbagai program pengembangan  serta mengatasi berbagai hambatan dan kendala dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran di UNS.

Saat ini LPP mengkoordinasikan dua pusat pengembangan, yaitu Pusat Pengembangan Sistem Pembelajaran (PPSP) dan Pusat Bimbingan Konseling dan Pengembangan Karir (PBKPK) dengan tujuan: 1. membantu pengelolaan pendidikan dalam upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan; 2. mengembangkan sistem pembelajaran yang mengarah pada peningkatan kompetensi lulusan; 3. mengembangkan sumber daya untuk mengoptimalkan sumber belajar, melakukan diseminasi dan atau pelatihan pembuatan bahan ajar serta pemanfaatan media pembelajaran; serta 4. mengembangkan sistem bimbingan - konseling dan perencanaan karier.

Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, LPP menyiapkan instrument pengembangan pendidikan dengan sasaran dosen, mahasiswa dan institusi penyelenggaran pendidikan di UNS dalam bentuk pelatihan dan produk penunjang penyelenggaraan pendidikan berupa panduan, dan aturan standar operasional.

LPP memiliki andil yang cukup besar dalam peyelenggaraan Kurikulum Berbasis Kompetensi sejak di gulirkan tahun 2005 hingga terbitnya Peraturan Rektor No. 553/H 27/PP/2009 tentang Pembelajaran Berbasis Kompetensi dalam Sistem Kredit Semester. LPP memberikan kontribusi pada penyiapan tenaga pendidik profesional untuk melaksanakan KBK yang dikemas dalam pelatihan PEKERTI-AA hingga terbangun sinergi dengan Sistem Pengembangan Profesional Dosen Universitas Sebelas Maret. Instrumen pengembangan bidang pendidikan dalam SPPD sudah sejak lama dikembangan oleh LPP dalam bentuk pelatihan dan pendampingan pembelajaran.

Kontribusi LPP dalam meningkatkan proses pembelajaran juga diwujudkan dengan pendampingan dan konseling mahasiswa dalam menghadapi kesulitan belajar dan pengembangan kareir.  Pengembangan profesionalisme dosen pembimbing akademik hingga mampu bertindak sebagai konselor diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan permasalahan akademik tapi juga mampu menjawab persoalan non akademik yang mengganggu capian kompetensi/hasil belajar mahasiwa.  Kemampaun  adaptasi mahasiwa pada sistem pendidikan tinggi diharapkan dapat mengoptimalkan Angka Efisensi Edukasi di seluruh institusi penyelenggaran pendidikan di UNS.

PEKERTI-AA

Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) merupakan pelatihan pengembangan profesionalisme dosen yang diselenggarakan DIKTI sejak tahun 1987 yang diperuntukan bagi dosen-dosen pemula . Applied Approach (AA) merupakan kelanjutan program untuk dosen senior sebagai program penyegaran. Mulai tahun 2005 DIKTI melalui PAU-PPI UT selaku koordinator penyelenggaraan PEKERTI-AA telah merekonstruksi kurikulum PEKERTI dan AA. Hasil rekonstruksi telah dipublikasikan melalu Buletin PEKERTI-AA pada tahun 2007. Hasil rekonstruksi menetapkan Pelatihan PEKERTI-AA sebagai pelatihan tunggal dan terpadu bukan lagi pelatihan terpisah.

Karena perubahan peran DIKTI sebagaimana tertera dalam PP No. 15/2005 dan dalam rangka memberikan otonomi memberikan otonomi sepenuhnya kepada perguruan tinggi, maka mulai tahu 2007, sertifikat program PEKERTI-AA tidak lagi diterbitkan oleh Direktorat Akademik DIKTI, tetapi menjadi tanggungjawab sepenuhnya perguruan tinggi pelaksana program PEKERTI-AA. Sertifikat PEKERTI-AA, baik yang diterbitkan oleh Direktorat Akademik DIKTI (sebelum tahun 2007) maupun yang selanjutnya akan diterbitkan oleh perguruan tinggi pelaksana program PEKERTI-AA, merupakan salah satu bukti keikutsertaan dosen dalam suatu pendidikan profesi, khususnya dalam bidang kompetensi pedagogik.(dikutip dari surat Direktorat Akademik DIKTI no. 0662/D2/2007 perihal PEKERTI-AA tanggal 30 Maret 2007).

PEKERTI-AA menjadi penting dalam pengembangan profesionalisme dosen karena kurikulum yang ditetapkan oleh DIKTI sejalan dengan amanat UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Disebutkan bahwa, beban kerja dosen mencakup kegiatan pokok, yaitu perencanaan, pelaksanaan proses, penilaian hasil pembelajaran, pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian. Di samping itu melaksanakan tugas tambahan dan pengabdian kepada masyarakat. Program PEKERTI-AA merupakan program pelatihan yang dirancang Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk peningkatan kompetensi pedagogik bagi para dosen.  Bila dicermati lebih dalam produk program pelatihan PEKERTI-AA merupakan instrumen tagihan akreditasi program studi dalam proses pembelajaran.  Sejak 2007 LPP UNS, sesuai dengan reonstruksi materi PEKERTI-AA membuat paket program pengembangan proses pembelajaran dari evaluasi kurikulum, instrument pembelajaran dan proses pelaksanaan pembelajaran.

Diawali dengan mengidentifikasi posisi ‘matakuliah’ yang diampu oleh peserta dalam bangun kurikulum (berbasis kompetensi) program studi, peserta PEKERTI-AA diminta untuk membuat analisis kompetensi yang selanjutnya dijabarkan dalam Silabus Mata Kuliah dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), ini merupakan bagian tugas dosen dalam merancang dan merencanakan proses pembelajaran.  Pergeseran paradigma dari content based menuju competence based memaksa peserta untuk menciptakan pengalaman belajar serta mengembangkan materi dan media pembelajaran sesuai dengan tuntutan kompetensi, ini merupakan bagian pengembangan, karena kompilasi materi dan mediapembelajaran dapat disusun menjadi bahan ajar sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.

Insrumen yang dikembangkan dalam PEKERTI-AA dapat menunjang peningkatan kualitas institusi penyelenggara pendidikan khususnya program studi.  Dalam Instrumen akreditasi Program S1 tahun 2009 jelas disebutkan bahwa harkat dan peringkat sangat baik diberikan pada program studi yang memiliki sekurang-kurangnya 95% matakuliah yang memiliki deskripsi matakuliah, silbus dan RPP. Bila semua instrument perencanaan pembelajaran (dalamsilbus dan RPP) dilakukan dalam proses pembelajaran maka aspek lain seperti pengembangan kurikulum, ketersediaan bahan ajar, pengembangan failitas elearning, evaluasi proses dan program pembelajaran dengan sendirinya akan terpenuhi.

Tercatat sejak tahun 2005,  tidak kurang dari 500 dosen UNS telah mengikuti program pelatihan PEKERTI dan atau PEKERTI-AA.  Angka ini baru sekitar 30% dari kurang lebih 1.582 dosen UNS yang menyelesaikan program pelatihan dengan sempurna  dan sekaligus memiliki silabus matakuliah yang diharapkan mencapai angka 100% untuk capaian KPI tahun 2010.  Tentunya LPP memiliki tugas berat untuk mencapai angka di atas.  Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh dan dibuat program percepatan untuk pencapaian kualitas PBM yang baik terutama dengan penyusunan perangkat pembelajaran sesuai dengan perkembangan ilmu, teknologi dan kebutuhan masyarakat pengguna lulusan.

Pengembangan Bahan Ajar

Salah satu produk pelatihan PEKERTI-AA adalah pengembangan bahan ajar sesuai silabus matakuliah yang disusun.  LPP memfasilitasi pengembangan bahan ajar dalam bentuk cetak dan atau digital.  Fasilitasi bahan ajar cetak yang dilakukan oleh LPP adalah penerbitan Buku Teks bekerjasama dengan penerbitan UNS Press. Selain itu LPP juga mengembangkan bahan ajar digital audio visual dan elearning. Ketersedian bahan ajar digital mulai mendapat porsi tesendiri dalam upaya pengembangan fungsional dosen, terbukti dari penghargaan yang diberikan pada produk-produk digital pengembangan pembelajaran dalam draft Pedoman Penilaian Angka Kredit UNS.

Sejak  tahun 2005 hingga sekarang, sebagai upaya menjawab kebutuhan ragam sumber belajar di UNS, telah dikembangkan program Buku Teks.  Sebanyak 146 judul buku telah berhasil diterbitkan oleh Tim Buku Teks bekerjasama dengan UPT UNS Pres dan tercatat di Perpustakaan Nasional dengan nomor ISBN.  Program Buku Teks tahun 2010 di fokuskan pada kegiatan digitalisasi buku teks menjadi bentuk e-book.  Program e-BukuTeks yang sedianya di luncurkan pada Pameran IPTEKS Dies Natalis UNS ke-34  diharapkan dapat memenuhi KPI Peningkatan Penulisan buku teks atau e-book; e-journal sebanyak 65 judul pada tahun 2010. Indeks ukuran kualitas buku teks di lihat dari jumlah buku teks yang sudah melalui proses cetak  2 dan atau 3 kali.  Tercatat sebanyak 37 judul  telah proses cetak 2 dan 5 judul telah proses cetak 3, selanjutnya buku-buku ini akan diprioritaskan dalam program digitalisasi e-BukuTeks.

Sejak bulan September 2007 UNS memiliki situs pembelajaran online dengan nama elearning UNS dengan alamat http://elearning.uns.ac.id/. Program Pengembangan Pembelajaran Berbasis Web dirintis sejak 2003 hingga 2005 dengan dana hibah P3AI. Hingga tahun 2009 tercatat sebanyak 324 matakuliah online telah berhasil dikembangkan melalui pelatihan-pelatihan untuk dosen di semua  Fakultas. Angka ini telah melebihi KPI tahun 2010 yang direncanakan sebanyak 250  matakuliah online. Tercatat 3 program studi (Teknik Sipil Fakultas Teknik, Matematika FMIPA dan PGSD FKIP) telah membangun elearning menggunakan dana hibah yang diperoleh.  Selama ini elearning UNS di bangun menggunakan Learning Management System (LMS) berbasis Moodle, untuk memenuhi kebutuhan pengguna sedang dikembangkan LMS berbasis Dokeos yang lebih kompatibel untuk perkuliahan-perkuliahan  eksakta.

Pengembangan desain instruksional dan e-portofolio dikemas dalam bentuk pelatihan staf pengembang kuliah elearning dari LPP dan perwakilan fakultas bekerja sama dengan Organisasi Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara SEAMEO-SEAMOLEC.  Desemeniasi program dalam bentuk pelatihan terintegrasi antara mata kuliah klasikal (hasil pelatihan PEKERTI-AA) dan kuliah online dalam bentuk blanded leaerning telah berhasil dikembangkan dari hasil kerjasama ini.

Upaya menyiapkan ragam media dalam pembelajaran senantiasa dilakukan oleh LPP di bawah koordinasi Tim Pengembangan Bahan Ajar.  Telah dipersiapkan peluncuran Smartube yang berisi video pembelajaran hasil karya civitas akademik UNS (dosen dan atau mahasiswa) serta Smartbook yang merupakaan program digitalisasi buku teks. Kata SMART dipilih sebagai ikon produk bahan ajar digital sebagai gambaran kecerdasan yang bersumber dari Universitas Sebelas MAReT. Bahan ajar dalam Smartube dan Smartbook akan dapat diunduh dari elearning UNS.

Career Development Centre

Menjalankan fungsi koordinatif pengembangan karier mahasiswa, sejak 2005 LPP secara rutin membuat Info Karier dengan mangundang narasumber yang memiliki kompetensi dalam bidang pekerjaan yang digeluti.  Tercatat Untung Wiyono, Bupati Sragen dan Hj. Rina Iriani, Bupati Karanganyar hadir sebagai narasumber dalam acara Info Karier yang diselenggarakan 2 kali tiap semester ini.  Beberapa pimpinan perusahan besar di wilayah Solo Raya seperti:  Juanaidi Yusuf, Dirut Konimex;  Y. Soroso, Dirut PO. Rosalia; Suharto, Dirut. Lembah Hijau Mutifarm hingga Hardono, Ketua Kadin Surakarta telah pula memberikan rahasia kunci sukses masing-masing.  Sedikitnya 200 mhasiswa tingkat akhir dan atau alumni selalu antusias mengikuti tiap sesi Info Karier yang diselenggarakan.  Peserta Info Karier terbanyak tercatat tidak kurang dari 500 orang menghadiri sesi Motivasi Karier yang disampaikan oleh Tung Desem Waringin, seorang Motivator tingkat Nasional yang juga mrupakan alumni Fakultas Hukum Univeritas Sebelas Maret.

CDC sangat dibutuhkan sebagai jalur komunikasi lulusan UNS dengan pengguna lulusan. Sejak awal 2010 CDC dikelola secara terpusat di bawah koordinasi bidang III.  LPP mengambil posisi sebagai penunjang bimbingan karier dalam evaluasi kurikulum dan proses selama mahasiswa masih aktif (belum lulus)

Program Kerjasama Dunia Usaha dan Industri

Pengembangan sistem jaringan kerjasama UNS dengan dunia usaha dan industri diperlukan agar lulusan UNS maupun mahasiswa mudah menyalurkan minat dan kemampuannya kedalam dunia usaha maupun industri yang sesuai dengan bakatnya. Dengan demikian para lulusan/mahasiswa termotivasi untuk bekerja dalam dunia usaha, sesuai dengan kinerja dari bidang usaha maupun industri tersebut. Dunia usaha dan industri mendapatkan karyawan yang minat kerjanya tinggi sehingga mereka dapat menghasilkan produk kerja yang optimal dan berkualitas. Bagaimana bentukdan pola kerjasama harus dipikirkan bersama antara UNS dengan para usahawan.

Kegiatan pengembangan ini dilakukan melalui tahap-tahap konseptual (1) analisis kebutuhan, (2) studi kebutuhan pasar kerja (3) penyusunan draft yang meliputi perumusan tujuan, pengembangan materi atau isi, menyusun alat evaluasi, (4) melakukan pertemuan dengan para usahawan untuk memberikan gambaran tentang kebutuhan SDM maupun kualifikasinya(5) mengadakan diskusi tentang sistem jaringan kerjasama UNS-dunia usaha.Tahapan-tahapan kerja yang akan dilakukan berupa: (1)penyediaan sarana prasarana, (2) semiloka dengan mengundang pakar kerjasama UNS-dunia  usahawan dan industriawan, akhir September 2009 (3) pembuatan  sistem jaringan kerjasama UNS-Dunia usaha dan industri.

Penutup

Sebagai lembaga pengembangan, LPP memberikan kontribusi dalam bentuk upaya meningkatkan kulaitas proses dan program pembelajaran.  Peningaktan angka efisiensi edukasi (AEE) program studi diharapkan dapat tercapai dengan kepedulian institusi penyelenggaraan pendidikan tinggi di UNS dalam implementasi pegembangan yang dilakukan oleh LPP.

Disampaikan dalam Lokakarya Teaching Excellence

Lembaga Pengembangan Pendidikan Universitas Sebelas Maret


Posted in rAsan-rAsan | No Comments »

Tutorial Ulead Video Studio 11

March 10th, 2010 by budi legowo


Catatan Sesi Pembelajaran ICT di Perguruan Tinggi, Workshop ALIHE
Novotel Batam, 10 Maret 2010

ulead video studio

ulead video studio

Ulead Video Studio - UVS 11 bisa dugunakan untuk editing DVD dengan kemampuan cukup baik dan cukup cepat.  Pada versi sebelumnya UVS 10 saat digunakan untuk editing DVD sringkali terjadi ketidaksinkronan antara suara dan gambarsetelah  proses editing sehingga hasilnya kurang memusakan.

Bila dibanding Premier, UVS boleh dibilang versi paling friendly untuk pengguna pemula. Dan memiliki fasilitas yang jaug lebih memadahi dibanding Windows Movie  Maker. Dengan tutorial singkat anda bisa berkreasi membuat video sendiri……..selamat bersenag-senang.

tutorial Ulead Video Studio - UVS11

link sejenis: Ir.Kadarusman, M.Sc.


Posted in Uncategorized | No Comments »

Memanfaatkan Lingkungan

February 18th, 2010 by budi legowo


balonku

balonku

Lama sekali saat kita dapat pelajaran untuk membuktikan bahwa udara punya massa.  Ingat caranya, ingat gambarnya, ingat cerita guru sd..smp kita?

Siapkan dua buah balon, satu batang lidi dan tali/benang secukupnya.  Buat “timbangan” menggunakan lidi dan benang. Gantungkan balon, masing-masing di ujung lidi. Sekarang kita memiliki timbangan balon. Selanjutnya untuk membuktikan bahwa udara memiliki masa, timbanglah balon dengan salah satu di tiup (berisi udara) dan salah satu dibiarkan kosong.  Perhatikan balon yang ditiup akan turun dari posisi setimbang.  Hal ini membuktikan balon yang berisi udara (ditiup) adalah lebih berit dari balon yang tidak ditiup, atau dengan kata lain bolieh dikatakan, terbukti bahwa udara punya massa.

Langkah di atas bisa kita temui dibuku-buku pelajaran IPA dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah bidang IPA.  Tapi langkah itu jarang dilakukan dengan berbagai alasan.   Salah satu alasan adalah tidak adanya balon sebagai alat peraga untuk menjelaskan konsep massa udara.  Akhirnya, peserta didik tidak memperoleh haknya untuk melakukan “uji coba” dalam mencapai kompetensi kongnitif salah satu konsep massa dalam pelajaran IPA.

Siapa yang salah? Apakah teman-teman yang membuat ilustrasi dalam buku, sehingga memasung kreatifitas pendidik dilapangan? Atau memang pendidik belum cukup profesional dan atau belum mencapai tataran creativity, tataran tertinggi dalam jenjang kompetensi kognitif Bloom?

Bila kita cermat, sebenarnya banyak sekali barang disekitar kita yang dapat dimanfaatkan untuk lebih menguatkan penyampaian materi dan memberi kebermaknaan pada konsep yang kita jelaskan.  Dalam kasus ini, sebaiknya ilustrasi dapat diganti dengan memberi keleluasaan dengan tidak menggambar balon, tapi menggantinya dengan ‘barang yang dapat ditiup’. Dan hendaknya pendidik lebih jeli dan kreatif dengan melihat ‘barang yang dapat ditiup’ yang ada dilingkungan sekitarnya.  Kita bisa mampir ke dapur untuk mengambil dua plastik bekas tempat gula, atau mampir didepan sekolah dan memintanya pada pedagang siomay yang mangkal menunggu pembeli. Kemampuan menganalisis, mensintesis dan mengevaluasi permasalahan sangat dibutuhkan sehingga tingkat kreatiftas pendidik menjadai senantiasi terasah. Dan pada gilirannya peserta didik akan mendapat haknya.

Selamat berkarya….

Sumber lain: LKS Menimbang balon


Posted in Mulang | No Comments »

« Previous Entries

Wordpress Theme powered by Seo, Diseño Web and Viajes Team | Copyright © Budi Legowo